Monday, December 24, 2012

Tragedi Macaroni Schotel

Ceritanya lagi ga ada kerjaan di rumah kyk diluar rumah ada kerjaan aja, dari kemarin sore ibuk ngotot bikin tiwul. Kebetulan hari ini aku liat ada simpenan makaroni di lemari, buka kulkas ada simpenan susu sama ada bawang bombay sisa setengah. Gimana kalau bikin makaroni schotel aja, sekalian pamer kalau sebenernya aku ini anak teknik yang jago suka masak. Ditengah-tengah nyiapin alat dan bahan, eh ternyata dirumah ga ada simpenan kejuuuuuuuu. Mau ga mau harus meluncur dulu deh ke indomar*et.
 
Eh tapi kalo cuma macaroni schotel aja kan jadinya ga ada sayurnya.  Aha ! "bisa pake wortel dipasrah halus nih", ternyata pas buka kulkas, ahhh wortelnya kan sudah dipake sayur sop buat sarapan. Gak lama kemudian aku inget kalau kemarin kan belanja kacang polong HAHAHA. yasudaaah kacang polong ajaa. Positive thinking aja kalau pake kacang polong pasti macaroni schotelnya pasti tambah enak, padahal belum tentu. wkwk.

Mumpung bapak, ibuk, adek ada dirumah semua, kan nanti ada yang bantuin cuci piring :">.

Sreng osreng osreng bumbunya diteflon gambar ikan dapet kado dari BIDYA :D. Aku kepikiran, kalo bumbunya cuma bawang putih sama keju aja, pasti gak ada yang suka. Maklum, kan orang indonesia dominan suka masakan berempah-rempah. "hmmm... gimana ya .. parut pala aja deh yang banyak :9, biar berasa macaroni schotel rasa timur tengah". Sebenernya ada resepnya loh, tapi namanya chef profesional kan yah, biar kelihatan mahir dan jago jadi seolah-olah resepnya hafal diluar kepala. wkwk. Jadi bisanya cuma ngira2 sambil diicip pas adonan masih di atas teflon. Semua bahan dimasukin. set set. Ga usah nunggu lama-lama buat ngosengnya, yang penting cuma layu, soalnya macaroni schotel ini tipe makanan yang dimasak 2x. Jadi proses masaknya yang pertama sebentar aja. Kalau sudah sedikit layu, matiin kompor terus adonan siap buat di oven. Pake aja loyang lingkaran yang diameternya 18 cm, parut keju diatasnya terus masukin ke microwave.

Ibu kayaknya ga sabar nunggu matang, mungkin sudah tergiur sama bau palanya yang menyengat. Maklum lidahnya jadi suka masakan yang rempahnya sedikit lebih banyak. Sebenernya ini ga recommended banget lho ya nambahin pala di resepnya macaroni schotel, ini murni karanganku sendiri. Sepuluh menit kemudian, tiba-tiba adek dateng sedangkan aku ngeluarin adonannya dari microwave. omongnya pake bahasa jawa "wes mateng iku mbak, eh belum belum.. aku icip aku icip" sambil dipegang-pegang terus diicip sedikit. Hmmm.. bau pala sama mericanya kuaaat banget.
Aku langsung kasih ke bapak sama ibuk terus balik lagi ke microwave buat beres2. Pas aku turun dari lantai 2, karena emang microwavenya ada di lantai 2, aku lihat kok sudah berkuraaang, aduuh lupa belum difotoooo T_T padahal itu masih didalemnya loyang loh. Ternyata pas adonan dibalik dari loyang teksturnya kurang padat, mungkin aku kurang ngasih telur, keju parmesannya juga aku skip hehe (mahaaal). Komentarnya bapak ibuk "kurang padet, hmm tapi enak" :9

HOREEEE :D makanya aku pede buat posting di blog.

Kebetulan di tetangga sebelah ada Lek Ju sama Mbak Leli. Dua orang ini selalu jadi komentatorku kalo aku lagi masak. Aku kasih aja satu piring kecil. Katanya Mbak Leli, lain kali dikasih mustard sama parmesan biar teksturnya lebih padet. Kejunya lebih baik diparut aja daripada dipotong dadu biar rasanya lebih rata. Ya maap kan ya, namanya juga baru pertama kali bikin.

Sebenernya aku sendiri aja gak selera pengen makan kalo liat fotonya T_T tapi aslinya enak kooookk. Buktinya aja cuman tinggal sisa segini.

Malukk banget dah sebenernya mau pamer foto :'( . Tapi bener deh, enak banget kalo masih panas. Bisa buat kenyang, yang paling enak bagian itu atasnya, kriuk-kriuk asin keju gimana gitu :9 Bapak aja hampir habis separo. Tapi kalo kebanyakan, ya hoeks juga :3

See u ya dimasakan lainnya.

Sunday, December 9, 2012

Manajemen Pendidikan

Pengertian manajemen pendidikan adalah penataan pada organisasi pendidikan yang tidak terlepas dari tujuan, daya, dan proses pendidikan. Kekhususan manajemen pendidikan terletak pada karakteristik tujuan, dan berimplikasi pada proses dan sumber daya yang dibutuhkan.
Karakteristik manajemen pendidikan sekolah harus menghasilkan produk manusia yang menimbulkan berbagai permasalah organisasi dan manajemen yang unik. Perbedaan manajemen lembaga pendidikan dengan manajemen pada organisasi lainnya (Bush, 1986) yaitu tolok ukur, peserta didik, karakteristik personalia, keterkaitan dengan pihak lain, waktu berkomunikasi antar unsur organisasi.
Prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah mencakup kemandirian, kemitraan, partisipasim akuntabilitas, flexibilitas, kualitas, dan keefektifan.

Karakteristik Pendidikan Kejuruan :
  • Dikembangkan berdasarkan tuntutan kebutuhan dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja baru
  •  Menganut sistem terbuka 
  • Dikembangkan berbasis kompetensi yang dalam pelaksanaannya terutama menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis produk 
  • Pembelajaran disesuaikan dengan proses produksi di dunia industri 
  • Penyelenggaraannya menggunakan pendekatan sistem ganda 
  • Dirancang secara berkesinambungan dengan jenjang pendidikan vokasi 
  • Pengembangannya memperhatikan keunggulan lokal dan perkembangan global  
      PP Nomor 19/2005 berisi tentang standar nasional pendidikan, antara lain: 
  • Standar isi
  • Standar kompetensi lulusan 
  • Standar proses 
  • Standar pengelolaan 
  • Standar sarana dan prasarana 
  •  Standar pendidik dan tenaga kependidikan 
  •  Standar penilaian pendidikan 
  •  Standar pembiayaan
      Permendiknas No. 19/2007 membahas tentang standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah yang berisi :  
  •  Program perencanaan 
  •  Pelaksanaan kerja sekolah 
  •  Pengawasan dan evaluasi 
  •  Kepemimpinan sekolah 
  •  Sistem informasi manajemen 
  •  Penilaian khusus
Perencanaan pengembangan sekolah merupakan upaya pendefinisian kemana sebuah organisasi sekolah akan menuju di masa depan dan bagaimana sampai pada tujuan itu. Penumbuhan budaya perencanaan pengembangan sekolah dibagi menjadi 3 tahap : Pemulaan (inisiasi),  Pembiasaan (familirialisation), penyatuan (embedding).
Organisasi adalah menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sehingga mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Seorang epmimpin dalam suatu organisasi sekolah tidah hanya mengawasi hubungan kerja antara dia dan bawahannya, tetapi juga harus menguasai hubungan kerja antara sesama bawahannya dalam sebuah span of control (rentang pengawasan).
Banyak peneliti mengatakan bahwa kepemimpinan instruksional adalah didistribusikan di seluruh komunitas sekolah, dengan kepala sekolah, pengawas, guru, dan pembuat kebijakan memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi. Lima pemain kunci dalam kepemimpinan pembelajaran adalah kebijakan, peneliti dan program pengembang, pengawas dan staff kantor pusat, kepala sekolah, dan guru.

Refleksi
         Manajemen pendidikan merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di dunia pendidikan yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan (output), oleh karena itu dalam menjalankan kempemimpinan, harus berpikir tentang sistem, artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen terkait (guru-guru, staff TU, orang tua siswa, masyarakat sekitar, pemerintah, anak didik, dll) harus berfungsi secara optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja kepemimpinan.
       “sistem” inilah merupakan tantangan bagi seorang pemimpin dan dapat teratasi bila pengaruh kepemimpinan sekolah terkonsentrasi pada pencapaian sasaran. Pengaruh pemimpin di sekolah disamping untuk pencapaian sebuah sasaran, hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah menciptakan keterbukaan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran dan menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses penyelenggaraan pendidikan (planning, organizing, leading, dan controlling).  
  •  Merencanakan pengorganisasian penentuan staff atas dasar kemampuan, kesanggupan dan kemauan 
  •  Memberikan bimbingan dan pembinaan kearah yang menuju kepada pencapaian tujuan 
  • Mengontrol terhadap semua kegiatan penyimpangan sekecil apapun dapat ditemukan sehingga cepat teratasi 
  •  Mengadakan penilaian terhadap semua program untuk mengukur keberhasilan serta menemukan cara untuk mengatasi kegagalan.
Perlu diketahui juga standar pengelolaan satuan pendidikan sudah diatur dalam PP Nomor 19 tahun 2005 dan permendiknas no. 19 tahun 2007. Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang memenuhi standar. Standar disini adalah delapan standar yang telah ditetapkan pemerintah melalui PP Nomor 19 tahun 2005 dan harus tercantum dalam program kerja setiap sekolah. Untuk merancang sebuah visi dan misi harus saling berkaitan dan kepala sekolah wajib merencanakan program kerja dalam jangka pendek (satu tahun) dan jangka panjang (2 tahun).